Bab 103

706 Kata

Malam turun perlahan di vila itu. Salju di luar jendela memantulkan cahaya lampu, membuat dunia tampak sunyi dan jauh. Lara sudah terlelap di kamar, napasnya teratur. Tangannya masih berada di atas perutnya, seolah refleks menjaga kehidupan kecil yang tumbuh di sana. Niko berdiri di dekat jendela ruang kerja kecil. Ponsel di tangannya bergetar pelan—satu getaran yang tak pernah datang tanpa alasan. Ia menjawab dengan suara rendah, terjaga agar tak membangunkan Lara. “Ada apa menelepon malam-malam, Roy?” Di seberang sana, suara Roy terdengar serius, tanpa basa-basi. “Tuan. Tuan besar sepertinya sudah tahu keberadaan Tuan dan Nyonya Lara.” Niko terdiam. Bukan karena terkejut—melainkan karena ia sudah lama menunggu kalimat itu datang. Rahangnya mengeras, sorot matanya berubah dingin, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN