Bab 121

647 Kata

Niko baru bergerak ketika musik mencapai klimaksnya. Satu nada biola ditarik panjang, menggantung di udara seperti napas yang tertahan. Lalu—hening sepersekian detik—sebelum tepuk tangan meledak, memenuhi ballroom dengan gema yang memantul pada dinding tinggi dan lampu kristal. Pasangan-pasangan saling tersenyum, memberi hormat kecil, lalu kembali ke meja masing-masing. Tatanan sosial kembali rapi. Peran kembali dipasang. Namun Niko tidak langsung bergerak. Ia tetap berdiri di tengah lantai, seolah tubuhnya terlambat menerima perintah dari pikirannya. Tangan yang tadi menggantung perlahan turun ke sisi tubuhnya. Wajahnya kembali tenang—terlalu tenang. Ekspresi profesional yang selama ini ia kenakan di ruang rapat, di hadapan investor, di bawah tatapan keluarga besar. Topeng itu terpas

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN