Bab 133

1905 Kata

Marinka terdiam di sofa ruang tamu dengan tubuh bersandar lemah pada sandaran empuk di belakangnya. Rumah sebesar itu terasa terlalu sunyi pagi ini, sementara pikirannya dipenuhi begitu banyak hal yang terus berputar tanpa henti di kepalanya. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati wanita itu, sesuatu yang membuat dadanya terasa sesak, tetapi semakin ia mencoba memahaminya, semakin sulit pula ia menemukan jawabannya. Ia menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan sambil memejamkan mata sejenak. Namun ketenangan yang ia cari tak kunjung datang. Tanpa terasa, setitik air mata luruh begitu saja melewati pipinya ketika bayangan sikap Niko kembali memenuhi kepalanya. Cara lelaki itu menjaga jarak, menghindarinya secara halus, bahkan seolah enggan benar-benar menerima dirinya seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN