Bab 118

1302 Kata

Nama itu menggema, diikuti tepuk tangan sopan yang beriak dari satu sudut ke sudut lain ballroom. Pandangan Niko langsung bergerak ke arah tangga kecil menuju panggung. Dan di sanalah ia melihatnya. Lara yang begitu cantik berjalan dengan langkah tenang dan anggun. Gaun merah menyala membingkai tubuhnya dengan pas, tidak berlebihan, tapi cukup untuk membuat siapa pun menoleh. Cahaya lampu kristal memantul di kulitnya, memberi kesan hangat. Rambutnya tersanggul rapi, memperlihatkan garis leher yang jenjang. Setiap langkahnya terukur—tidak tergesa. Ballroom yang semula riuh mendadak terasa jauh di telinga Niko. Suara sendok beradu dengan piring, bisik-bisik tamu, bahkan musik latar yang masih samar, seperti tertutup oleh detak jantungnya sendiri. Ia berdegub hebat. Tidak karuan. Ia per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN