Setelah Daniella telah dipindahkan ke ruang ICU dan bayinya dimasukkan kedalam inkubator untuk mendapat perawatan lebih dari dokter, mengingat usia bayinya yang lahir belum genap 9 bulan. Novian yang tak tahu harus melakukan apa, hanya bisa duduk termenung di kursi tunggu depan ruang ICU. Bagaimana pun juga, dia harus mengabari orang tua Daniella dan menjemput Fasya ke sekolah. Tapi tak ada pergerakan apapun dari Novian. Jiwanya seolah pergi dari raganya. Ia terlalu syok dengan semua yang baru saja terjadi. Masih terngiang - ngiang di tempurung kepalanya, ketika Daniella mengerang kesakitan akibat buah hati mereka. Novian merasa di setiap jeritan Daniella, mengandung begitu banyak kesakitan. Novian juga menangkap kesedihan di kedua mata Daniella, seolah - olah mata itu mengatakan kepadany