"Lili...." Calista berteriak dengan senangnya ketika melihat Liliana yang sedang menata makanan di meja makan. "Iya kak," jawab Liliana tersenyum kearah Calista. Calista tak bisa berlari menuju kearah Liliana. Dengan langkah yang perlahan karena perutnya yang sudah membuncit. "Kakak jalannya pelan-pelan aja." Liliana menegur Calista ketika melihat kakak dari kekasihnya hendak berjalan dengan cepat. Calista langsung memeluk Liliana ketika sudah berada di hadapan Liliana. Bagaimana pun juga Calista sudah menganggap Liliana seperti adiknya sendiri. Walaupun Liliana tak menjadi kekasih adiknya sekalipun Calista akan selalu menganggap Liliana adiknya sendiri. "Gimana keadaan kamu? Apa kata dokter?" tanya Calista dengan sangat terperinci. "Kakak sama Julian terlalu mengkhawatirkan aku. Ka