Bab 10

1051 Kata

Aruna pulang menjelang malam. Langit sudah gelap, dan lampu-lampu jalanan memantulkan bayangan samar di kaca mobil. Ia duduk di kursi belakang taksi online, diam saja. Tidak ada kata yang bisa keluar dari mulutnya sejak meninggalkan rumah Rangga. Kata-kata terakhir Rangga terus terngiang di kepalanya. “Jadi aku dijadiin apa selama ini? Alat buat buktiin kamu bisa hamil?” Kalimat itu memukul lebih keras daripada bentakan Andre sekalipun. Aruna menatap keluar jendela, melihat lampu-lampu jalanan yang lewat cepat. Semuanya terasa hampa. Ia tahu keputusannya hari itu bukan akhir, tapi awal dari kehancuran yang lebih besar. Begitu mobil berhenti di depan rumah, Aruna mengambil napas panjang sebelum turun. Ia berusaha menenangkan diri, merapikan rambut, lalu mengetuk pintu pelan. Dari dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN