Bab 80

1002 Kata

Malam itu terasa lebih sunyi daripada biasanya. Aruna duduk di kursi penumpang mobil tua berwarna hitam yang melaju perlahan di jalanan sepi. Lampu-lampu kota terlihat buram di balik kaca jendela yang sedikit berembun. Tangannya masih menggenggam map cokelat lusuh itu, namun kini ia tidak lagi membukanya. Ia tidak siap. Tidak sekarang. Kepalanya terlalu penuh, dadanya terlalu sesak. Pria di kursi pengemudi menyetir tanpa banyak bicara. Tangannya mantap di kemudi, wajahnya fokus ke depan, seolah jalanan gelap itu adalah satu-satunya hal yang penting saat ini. Tapi Aruna tahu, diamnya bukan tanpa arti. Ia bisa merasakannya—ketegangan yang ditahan, perhatian yang dijaga, dan sesuatu yang belum terucap. “Apa Rangga akan baik-baik saja?” tanya Aruna akhirnya, memecah keheningan. Pria itu ti

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN