Bab 79

1026 Kata

Mobil itu melaju tanpa suara berarti di jalanan sepi, hanya ditemani cahaya lampu kota yang berpendar samar di balik kaca jendela. Aruna duduk di kursi penumpang, punggungnya bersandar kaku, tangannya masih menggenggam map cokelat lusuh seolah benda itu satu-satunya jangkar yang menahannya agar tidak hanyut dalam kekacauan pikirannya sendiri. Pria yang menyelamatkannya—yang belum juga menyebutkan nama—mengemudi dengan tenang. Tidak terburu-buru, tidak terlihat panik. Ketenteraman sikapnya justru membuat Aruna semakin gelisah. “Rangga…” Aruna akhirnya membuka suara, suaranya serak. “Dia akan baik-baik saja, kan?” Pria itu meliriknya sekilas. “Dia tidak mati. Aku memastikan itu sebelum kita pergi.” Aruna menghela napas panjang, dadanya terasa sesak sejak meninggalkan lorong bawah tanah i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN