Sudah tiga hari mereka di Bali. Dari luar, semua tampak seperti liburan keluarga biasa. Andre dan Aruna berkeliling ke beberapa tempat wisata — Ubud, Sanur, dan sedikit ke Seminyak. Mereka makan malam di restoran tepi pantai, berfoto bersama, dan tampak seperti pasangan bahagia. Namun di balik itu, tidak ada satu pun senyum Aruna yang benar-benar tulus. Ia tahu, Andre sedang memantau. Setiap kali Andre menatapnya, rasanya seperti ada pisau tajam di belakang kepala. Hari itu, pagi di vila terasa sepi. Andre duduk di balkon dengan laptop terbuka di depannya. Aruna menyiapkan sarapan di dapur — omelet dan roti panggang, seperti biasa. “Mas, sarapannya di sini aja atau di ruang makan?” tanya Aruna sambil menata piring. Andre menjawab tanpa menoleh dari layar. “Di sini aja. Aku lagi balas e

