Aruna menyalakan lampu meja yang membuat area kerja mereka lebih terang. Tumpukan kertas kini terlihat lebih jelas, begitu juga garis-garis kecil di wajah Aruna yang menunjukkan betapa ia kurang tidur. Rangga memperhatikannya sekilas, tapi tidak memberi komentar. Ia tahu kalau ia menyinggung soal kondisi fisik Aruna sekarang, itu hanya akan membuat Aruna tersinggung atau defensif. “Bagian ini dulu,” kata Aruna sambil menunjuk peta yang dibentangkan di meja. “Aku sudah tandai lokasi yang mereka pakai dalam dua bulan terakhir. Tapi aku belum sempat gabungkan dengan pergerakan orang itu.” “Yang kamu curigai sejak awal?” tanya Rangga. “Iya.” Rangga menggeser kursinya lebih dekat agar bisa melihat peta tanpa harus membungkuk terlalu jauh. Jarak mereka kini hanya sekitar setengah meter. Cuku

