Rangga membalik halaman kedua dengan gerakan pelan, matanya bergerak menelusuri setiap baris seperti sedang membaca berkas kasus resmi. Aruna tetap diam, tapi pandangannya tidak berhenti memerhatikan wajah Rangga. Ada sesuatu yang membuatnya sedikit lega saat melihat seseorang selain dirinya menaruh perhatian penuh ke data-data itu. “Ini catatan transaksi keuangan yang kamu temukan kemarin?” tanya Rangga tanpa mengalihkan pandangan. “Iya,” jawab Aruna. “Bagian itu yang bikin aku merasa ada yang disembunyikan. Nominalnya terlalu rapi, terlalu bersih, padahal sumbernya jelas janggal.” Rangga mengerutkan dahi. “Tiga perusahaan berbeda, tanggalnya hampir berurutan, tapi semua pakai pola angka yang sama.” “Persis,” kata Aruna cepat. “Itu pola yang sama yang kupakai untuk melacak jaringan pe

