Rangga masih berdiri di dekat pintu ketika Aruna kembali dari dapur dengan membawa dua gelas air. Tangannya sedikit gemetar, bukan karena lelah, tapi karena suasana yang sejak tadi terasa berat. Ia meletakkan gelas itu di meja lalu duduk perlahan, mencoba menenangkan diri sebelum membuka pembicaraan yang sebenarnya ia hindari sejak kemarin. Rangga mendekat, tapi tetap menjaga jarak beberapa langkah seperti biasa. Ia pernah mencoba duduk terlalu dekat, namun Aruna selalu menghindar, jadi ia belajar untuk tidak memaksa. Pandangannya jatuh pada meja yang penuh kertas berisi catatan investigasi Aruna. Di situ ada peta lokasi, daftar nama, hingga potongan informasi yang kelihatannya tidak penting tapi sengaja disimpan. Kamu masih bekerja di kasus itu tanya Rangga dengan suara rendah. Aruna m

