Rangga membaca halaman pertama dengan alis sedikit mengerut. Kertas itu berisi daftar transaksi dari tiga perusahaan berbeda. Angkanya kecil, tapi frekuensinya terlalu rapat seolah dibuat untuk menutupi sesuatu. Aruna mendorong beberapa kertas lain ke arahnya, membuat tumpukan itu semakin lebar. “Lihat kolom tanggalnya,” kata Aruna, menunjuk salah satu catatan. Rangga memiringkan tubuh sedikit, cukup agar ia bisa melihat dari sudut yang lebih jelas. “Ini jaraknya cuma satu atau dua hari.” “Dan semuanya berhenti tiba-tiba sebelum tanggal tujuh belas,” ujar Aruna sambil menarik selembar kertas lain dari bawah tumpukan. “Padahal biasanya aktivitas seperti ini baru berhenti kalau orang-orang di dalamnya tahu ada investigasi.” Rangga menatap Aruna. “Ada kemungkinan informasi bocor?” “Aku b

