Beberapa tahun setelah kepergian Aruna, kehidupan di lingkungan kecil itu tetap berjalan seperti biasa, tapi ada satu hal yang tidak berubah: rumah tua dengan cat hijau pudar di ujung gang masih berdiri, terawat, dan tidak pernah sepi. Dito menepati janjinya pada ibunya. Ia tidak menjual rumah itu, tidak menyewakannya, dan tidak membiarkan debu menumpuk di setiap sudutnya. Setiap akhir pekan, ia membawa keluarganya datang ke sana, membersihkan halaman, mengganti bunga di pot, dan menyalakan lilin kecil di ruang tengah. Kini Rafi sudah beranjak remaja. Tingginya hampir menyamai ayahnya, dan cara bicaranya mulai berubah, lebih dalam, kadang keras kepala seperti Dito di usia muda. Tapi anak itu punya satu kebiasaan yang tak pernah ia tinggalkan: setiap kali datang ke rumah itu, ia selalu mas

