Amran Ali masuk ke sebuah restoran untuk bertemu Meta, sepertinya wanita itu siaga dan tidak ingin bertemu Amran di kediamannya. Amran menyusuri setiap meja hingga langkah kaki lelaki itu terhenti pada sebuah meja di sudut ruang yang sedikit tersembunyi. Di meja itu meta sudah terlihat duduk menunggu dan saat Meta menyadari kehadiran Amran raut wajah wanita itu sedikit khawatir, bukan tidak beralasan sebelum dia sudah hampir mati di tangan lelaki tua itu. Meta mempersilahkan Amran untuk duduk, wanita itu kembali berusaha tenang karena setidaknya ini di keramaian tidak mungkin Amran Ali akan menyakitinya di tempat seperti ini, benar bukan? Begitulah pemikiran Meta.. Amran duduk di meja yang hanya memiliki dua bangku berhadapan, sejenak tidak ada pembicaraan hanya ada sesi saling tatap deng

