Dai masuk ke sebuah ruangan tertutup di sana Hyu sedang duduk diam lelaki itu terlihat tenang seolah tidak terlihat khawatir dengan masalah yang sedang terjadi. Langka kaki Dai menyadarkan Hyu, ia menatap lekat kepada sosok yang ia anggap sebagai dalang dari semua masalah ini. "Sedang apa kau di sini? Kupikir kau harusnya mengadakan pesta kemenangan bukan begitu?" Dai hanya diam tanpa menjawab apa yang Hyu katakan dia merasa terluka melihat Hyu yang selama ini ia cari malah menderita karena perbuatannya sendiri. "Maafkan aku ..." Ucap Dai tanpa basa basi. Sedangkan Hyu hanya menatap datar ke arah Dai. "Aku sudah bersalah ..." Sambung lelaki itu." "Yuan ..." Lirih Dai dan saat itu ekspresi wajah Hyu berubah "Yuan" apa lelaki itu tadi memanggil dia dengan nama "Yuan" "Apa yang baru

