Pagi-pagi Devan bangun karena pintu kamarnya diketuk oleh Liona. Wanita itu sudah siap-siap pagi sekali. Anak-anak juga sudah rapi. “Kamu mau ke mana, Liona?” “Aku kayaknya pulang aja, ya. Kamu bisa antar aku nggak?” Devan masih setengah sadar, dia tidak bisa berkendara dalam keadaan seperti ini. “Aku nggak bisa bawa mobil dalam keadaan seperti ini, Liona. Kamu kenapa tiba-tiba mau pulang?” “Nggak apa-apa. Biar nggak ketemu dia aja. Aku masih kesal.” “Kita sarapan di luar saja, Liona. Tunggu aku mandi dulu kalau begitu.” Liona akhirnya mengangguk terhadap Devan. Kali ini wanita itu mau menuruti perkataan Devan. Mereka akan pergi dari rumah untuk mencari sarapan bareng. Devan setengah jam kemudian siap. Ketika dia sudah mengenakan jaket, dia keluar dan mengetuk pintu kamar yan