Kemarahan Liona memuncak saat bertemu dengan Xavier. Tatapan wanita itu tadi ketika di dapur sangat tajam. Apalagi dia hanya mengatakan menitipkan anak pada orang tuanya. Namun, itu membuat Liona sangat marah. Xavier akui juga dia salah bicara tadi. Memancing emosinya Liona dan akhirnya melayangkan tamparan pada pipi kirinya Xavier. Andai saja Liona mengambil pisau dapur atau garpu untuk ditancapkan pada dadanya Xavier. Dia juga tidak akan melawan wanita itu. Xavier tahu sakit hatinya Liona sudah sangat besar sekali. Ucapannya dengan menyebut ‘anak itu’ membuat Liona langsung marah. Ditambah lagi dengan kedatangan adiknya yang tiba-tiba seperti itu. Xavier memang tidak ada rencana untuk bertengkar. Dia juga ingin bicara seperti biasa. Tidak bisa seperti itu di depan Liona ternyata. Lal