**"Jadi… Sekarang kita adalah sepasang kekasih, Ale! Kamu dan Aku sudah resmi menjalin hubungan detik ini juga!"** Kata-kata Dino setengah jam yang lalu terus saja terngiang di telinga Alea. Bagaimana tidak, pria itu memaksakan kehendaknya sendiri tanpa peduli jawaban apa yang akan keluar dari bibir Alea. Dino sudah mengklaimnya sebagai milik pria itu. Dan Dino, tidak pernah bisa dibantah. Sekeras apapun Alea menolak pria itu tadi, sepertinya tak ada artinya bagi Dino. Apalagi pernyataan cinta yang Alea ucapkan tanpa sadar saat mereka berdebat, membuat Dino menjadikannya sebagai senjata pamungkas untuk membuat Alea menyerah atas paksaan pria tampan tapi egois itu. "B-Bos... Haruskah kita nempel kayak gini?" tanya Alea sambil menggerakkan tubuhnya risih di pangkuan Dino. Ya, sekarang m

