Jantung Alea berdetak kencang saat menyusuri lorong rumah sakit. Napasnya memburu, air mata sudah membanjiri kedua pipinya. "Hiks... Aa bilang gak akan ninggalin aku... hiks... A-awas aja kalau sampai A'Dino kenapa-kenapa! Aku... gak akan... maafin Aa!" omel Alea di sela isakannya. Tubuh Alea langsung lemas, saat Mami Dino mengabarinya jika Dino mengalami kecelakaan saat pria itu pulang menuju rumahnya setelah dari apartemen. Langkah kaki Alea semakin cepat, sampai hampir tiba di depan ruang rawat inap yang diberitahukan Mami Dino melalui telepon, Alea mengusap kasar pipinya untuk menghilangkan jejak air mata agar orangtua Dino tak curiga. Setelah dirasa cukup, Alea kembali melangkahkan kaki, dan mengetuk pintu rawat inap yang pintunya terbuka sedikit. "Masuk..." Alea membuka pintu p

