Yara mematut dirinya di depan cermin sekali lagi sebelum memutuskan untuk keluar dari kamar menemui Aldrich yang sudah menunggu di lantai dasar. "Seperti biasa, Nyonya tampak cantik dan anggun." Pujian yang terdengar tulus menyambutnya ketika ia keluar dari kamar. Dia, Eloma, menatap Yara takjub. Gaun terusan sampai mata kaki berwarna hitam tampak pas di tubuh sang istri majikan. Apalagi dengan perut Yara yang tampak buncit menambah kesan anggun dan keibuan yang terpancar dari wajahnya. "Apa tidak apa-apa aku mengenakan gaun ini? Ini tampak seksi. Apalagi bentuknya begitu terbuka di bagian pundak." Yara menatap pundaknya yang tidak tertutup kain. Gaun tanpa lengan sengaja dipilih Aldrich untuk menemaninya ke acara ulang tahun perusahaan rekan bisnis Aldrich yang dirayakan di Bali.