Sexiest Man 22

1222 Kata
Daniel baru saja keluar dari kamar perawatan Sarah untuk pulang ke rumah mandi dan setelah itu ia akan kembali lagi kesini. Baru saja ia sampai di parkiran mobil ia lupa jika kunci mobilnya tertinggal. Mau ga mau Daniel pun kembali ke kamar Sarah untuk mengambil kunci mobilnya. Dan ketika ia sampai di kamar Sarah ia mendengar hal yang membuatnya marah. Ia mendengar jika Samantha di balik kejadian yang menimpa Sarah. Dan gadisnya lagi-lagi meminta Vina sang kakak ipar untuk tidak memberitahukan kepada dirinya jika Samantha lah yang melakukan semua ini. Dan mendengar itu Daniel benar-benar marah. Samantha memang sudah keterlaluan. Dan yang membuat emosi Daniel meledak-ledak karena Sarah tak ingin Daniel tahu soal ini. Daniel pun segera masuk ke dalam kamar perawatan Sarah dan bisa ditebak bagaimana kagetnya Sarah dan Vina disana. "Vin tolong kamu tinggalin aku sama Sarah berdua. Ada hal penting yang mau aku omongin." Kata Daniel dengan suara yang menahan amarah "Tapi." Kata Vina Belum sempat Vina menyelesaikan kata-katanya Sarah sudah memberikan kode kepada Vina untuk meninggalkan dirinya dengan Daniel. "Kamu mau ngomong apa?" Tanya Sarah setelah Vina keluar dari kamarnya "Kenapa kamu ga bilang kalau inilah Samantha?" Tanya Daniel penuh penekanan Sarah tidak begitu kaget karena ia tahu pasti tadi Daniel mendengarkan dirinya berbicara dengan Vina. "Aku cuma ga mau buat kamu marah sama Samantha Niel. Dia udah benci banget sama aku gara-gara kamu lebih pilih aku. Jadi kalau aku bilang ini semua gara-gara Samantha maka dia akan lebih benci sama aku. Dan aku tahu reaksi kamu bakal seperti ini. Dan aku ga mau." Kata Sarah mengelus tangan Daniel mencoba menenangkan tunangannya ini "Shittt." Umpat Daniel Emosi Daniel sudah meledak karena Sarah lagi-lagi lebih memperdulikan orang lain daripada dirinya sendiri. Kenapa Sarah tak mencoba untuk egois. Padahal perbuatan Samantha sangat membahayakan dirinya. "Dengarin aku. Kamu ga usah belain Samantha untuk masalah ini karena dia udah begitu keterlaluan. Dia hampir membuat kamu celaka babe. Jadi please mulai sekarang jangan terlalu baik sama Samantha. Biar aja dia benci atau ga suka sama kamu. Karena ia harus mengerti jika aku sudah memilih kamu bukan dia." Kata Daniel penuh penekanan "Aku tahu. Maaf. Aku hanya ga mau buat masalah baru. Lagian keadaan aku udah ga papa. Jadi kamu ga usah khawatir lagi." Kata Sarah mencoba menenangkan Daniel "Tapi tetap ga benar. Aku akan menemui Samantha dan harus beri peringatan sama dia. Kalau sampai dia melakukan hal yang buruk lagi sama kamu maka aku ga akan bisa tinggal diam." Kata Daniel yang bersiap pergi "Niel ga usah. Aku kan udah bilang aku ga papa." Kata Sarah membujuk Daniel "Kamu tunggu aku disini. Setelah dari rumah Samantha aku akan balik kesini." Kata Daniel mencium kening Sarah "Daniel." Panggil Sarah Daniel pun bergegas pergi tanpa mendengar panggilan dari Sarah. Daniel baru saja sampai di rumah keluarga Davin yang tak kalah mewahnya dengan rumah keluarganya. Keluarga Davin memang salah satu keluarga terkaya di negeri ini. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kehidupan Samantha yang selalu bergelimang harta. Ia selalu mendapatkan apapun yang ia mau karena ia merasa bisa membeli semuanya dengan uang. "Selamat pagi tuan Daniel." Sapa Bu Ina kepala pelayan di rumah keluarga Davin "Pagi Bu Ina. Sam ada?" Tanya Daniel to the point "Ooo nona Sam lagi sarapan tuan. Apa tuan mau sarapan sekalian?" Tanya Bu Ina "Makasi Bu. Saya cuma mau ketemu sama Sam sebentar." Kata Daniel "Kalau begitu saya antar tuan." Kata Bu Ina sopan Daniel pun berjalan mengikuti Bu Ina untuk mengantarnya ke tempat Samantha berada. Dan dari kejauhan ia sudah melihat Samantha sedang memakan sarapannya. "Kak Daniel." Sapa Samantha senang Samantha pun berdiri dari kursi dan langsung memeluk Daniel. "Kak Daniel Sam kangen sama kak Daniel. Kak Daniel udah lama ga main ke rumah Sam." Kata Samantha sangat senang "Kakak ga mau basa-basi sama kamu Sam. Kakak cuma mau tanya apa benar kamu yang buat Sarah terluka kemarin?" Tanya Daniel to the point Raut wajah Samantha yang awalnya senang langsung berubah drastis ketika Daniel menanyakan hal itu. "Jadi kakak datang pagi-pagi kesini cuma mau tanya soal itu? Kalau iya kenapa emangnya? Dia emang pantas dapatin itu. Gara-gara dia kakak menjauh dari aku." Teriak Samantha marah "Shittt." Hari ini sudah berapa kali Daniel mengumpat dan yang membuatnya mengumpat adalah gadis yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri. "Dengar ya Sam. Kakak ingatkan sama kamu untuk terakhir kali lagi. Kalau sampai kamu melukai Sarah lagi maka kakak akan bertindak. Dan selamanya kakak ga akan pernah bertemu dengan kamu lagi." Kata Daniel penuh penekanan Tak terasa air mata jatuh dari mata indah Samantha ketika Daniel berkata seperti itu. Ia tak menyangka jika posisinya sudah di gantikan oleh cewek kampung bernama Sarah itu. "Kakak udah berubah. Kakak bukan lagi kakak yang Sam kenal. Dan kakak lebih memilih cewek murahan itu daripada aku? Apa kakak buta aku lebih punya segalanya daripada dia. Dan kakak tetap pilih dia?" Tanya Samantha dengan suara yang bergetar "Mungkin benar kata kamu kalau kakak udah berubah. Tapi satu hal yang harus kamu tahu jika kakak sangat mencintai Sarah. Dan kakak akan lakuin apapun buat bisa bahagiain dia." Kata Daniel penuh penekanan "Hahahahahha." Samantha tertawa ketika mendengar kata-kata dari Daniel. Ia tertawa dengan suara yang penuh kesakitan. "Kenapa kakak ga bisa mencintai aku? Padahal kakak tahu jika dari dulu aku suka sama kakak. Apa kurangnya aku daripada dia? Pasti dia juga yang ngadu ke kakak soal ini kan? Dasar cewek tukang adu. Ga tahu diri." Kata Samantha lagi menghina Sarah "Cukup Sam. Kakak sudah mencoba menahan emosi dari tadi. Asal kamu tahu Sarah tak pernah cerita jika kamu yang melakukan hal itu kemarin. Bahkan dia juga yang melarang kakak untuk menemui kamu karena dia mengerti kalau kamu suka sama kakak dan dia juga sangat mengerti kalau kamu belum bisa menerima kamu. Yang pasti dia hanya ingin kamu tidak terluka padahal dia tahu dirinya sendiri terluka. Dan itu yang membuat aku bisa jatuh cinta dengan Sarah. Sarah adalah wanita yang selalu memikirkan kebahagian orang lain daripada dirinya sendiri. Jadi kakak berjanji pada diri kakak sendiri mulai sekarang akan menjaga Sarah dari siapapun termasuk kamu." Kata Daniel dengan sorot mata marah Samantha benar-benar kalah telak. Untuk pertama kalinya ia melihat sorot marah di mata kak Daniel. Dan sorot mata itu di tunjukkan untuk dirinya. Samantha hanya bisa terduduk dan menangisi kekalahannya. Sedangkan Daniel memilih untuk pergi dan tak menghiraukan Samantha sama sekali. "Kak Daniel." Teriak Samantha Daniel baru saja sampai di rumah sakit. Setelah dari rumah Samantha ia pulang ke apartemennya untuk mandi dan berganti baju. Dan setelah itu ia kembali ke rumah sakit. Ketika sampai di rumah sakit ia melihat Sarah sedang terlelap tidur. "Hi my baby." Sapa Daniel ketika melihat Sarah terbangun "Hi. Kamu udah lama disini? Vina mana?" Tanya Sarah "Udah 1 jam aku disini. Vina harus pulang soalnya Isabel rewel. Are you Ok now?" Tanya Daniel penuh perhatian "Aku ga papa Niel. Kamu jadi ke tempat Samantha? Gimana dia?" Tanya Sarah "Udah ga usah dibahas soal itu. Yang penting kamu baik-baik aja. Maaf ya aku ga bisa jagain kamu dan sekarang kamu malah jadi kayak gini." Kata Daniel sedih Sarah membelai wajah lelah Daniel untuk memberikan ketenangan untuk Daniel. Dan agar ia tak menyalahkan dirinya sendiri. "Udah deh jangan mulai lagi. Kamu udah jaga aku baik-baik kok. Akunya aja yang kurang hati-hati. Jadi mulai sekarang jangan pernah salahain diri kamu lagi ya." Pinta Sarah "Ok. Tapi aku juga minta satu hal sama kamu. Jangan pernah sembunyikan apapun dari aku. Karena aku mau tahu segala hal tentang kamu." Pinta Daniel "Iya." Kata Sarah sambil menggenggam tangan Daniel erat "I really love you my baby." Kata Daniel sambil mengecup bibir Sarah "I love you more babe." Jawab Sarah tak kalah mesra Happy reading
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN