"What?" Teriak Sarah tak percaya
Saat ini Sarah sedang ada di ruang kerja Daniel karena boss sekaligus tunangannya ini memanggilnya. Daniel bilang ada hal penting yang mau ia bicarakan.
"Kamu bercanda kan Niel?" Tanya Sarah masih tak percaya
"Emang muka aku kelihatan lagi bercanda." Kata Daniel meyakinkan Sarah
"Maksud aku kenapa kamu harus ajak aku? Kenapa kamu ga berangkat sendiri aja?" Kata Sarah mencoba bernegosiasi dengan Daniel
"Ga. Pokoknya Sabtu ini aku jemput kamu jam 7. Kamu harus nemenin aku ke tempatnya Pak Pandu. Kamu kan tunangan aku masak aku kesana sendirian. Lagian aku udah janji sama Pak Pandu mau ajak kekasih aku. Berhubung kamu sekarang sudah jadi tunangan aku jadi pasti aku ajak kamu. Dan aku ga menerima penolakan." Kata Daniel final
Mau ga mau Sarah hanya bisa setuju dengan keputusan yang Daniel ambil. Karena laki-laki dihadapannya ini paling tidak suka jika dibantah. Tapi dari lubuk hati Sarah merasa tak percaya diri bila nanti mendampingi Daniel. Mungkin setelah ia menikah dengan Daniel ia akan lebih sering menemani Daniel ke acara seperti itu tapi apa dia sanggup. Sarah pun memilih untuk tidak memikirkannya. Mungkin ia akan bertanya dengan Vina nanti. Karena saat ini hanya sahabatnya ini yang bisa membantunya.
"Vin aku mesti gimana? Nanti disana pasti banyak orang-orang penting. Aku ga percaya diri berada disana. Apalagi aku ga punya baju yang cocok buat datang ke acara itu." Curhat Sarah
"Kamu santai aja. Mungkin awalnya kamu akan ngerasa canggung. Tapi aku jamin setelahnya kamu pasti akan terbiasa. Dulu aku juga gitu kok. Tapi aku berusaha beradaptasi dengan keadaan. Karena mau ga mau aku sudah menjadi bagian keluarga Willson jadi ya aku harus menyesuaikan diri. Dan soal baju kamu tenang aja. Besok kita ke butiknya Clara. Disana pasti banyak baju banyak banget. Jadi kamu tenang aja. Ok?" Kata Vina mencoba menenangkan
"Ok. Makasih ya Vin udah bantu aku. Kalau gitu aku tutup teleponnya aku mesti balik kerja lagi nih." Kata Sarah mengakhiri teleponnya dengan Vina
"Ok. Bye." Jawab Vina di seberang telepon
"Hahhhh"
Sarah sedikit merasa lega setelah bercerita dengan sahabatnya itu. Setidaknya Vina sedikit bisa memberinya pendapat. Dan semoga saja semuanya akan berjalan baik-baik saja nanti. Sarah pun kembali ke rutinitasnya sebagai asisten Daniel. Di mejanya sudah banyak pekerjaan yang menumpuk untuk ia kerjakan. Jadi ia pun segera kembali focus dengan pekerjaannya karena ia tak mau terjadi masalah dengan pekerjaan yang bersangkutan dengan Daniel.
"Niel kamu antar aku ke butiknya Clara aja ya. Aku udah janjian sama Vina disana soalnya." Kata Sarah ketika sudah ada di dalam mobil Daniel
"Ok. Tapi ingat jangan pilih baju yang seksi-seksi. Aku ga suka kamu pakai baju yang seksi-seksi." Kata Daniel mengingatkan
"Ok boss." Jawab Sarah patuh
Daniel hanya tersenyum melihat tingkah Sarah yang seperti ini. Ingin rasanya ia mengunci Sarah di sebuah ruangan agar Sarah tak di lirik orang di luar sana. Kalau boleh jujur Sarah memang gadis yang cantik. Apalagi dengan sifatnya yang ramah pasti dengan mudah membuat para laki-laki di luar sana jatuh cinta padanya. Maka dari itu Daniel buru-buru melamarnya sebelum ada laki-laki lain yang merebut Sarah. Karena Daniel tak akan membiarkan itu terjadi.
Mobil Daniel keluar dari pelataran tempat parkir sebuah restoran. Kebetulan siang ini mereka makan siang di luar karena mereka baru saja selesai meeting jadi berhubung sudah masuk jam makan siang mereka memutuskan untuk makan siang sekalian.
@ butik Clara
"Nanti mau aku jemput?" Tanya Daniel ketika sampai di depan butik milik adiknya Clara
"Hmmm.. Aku pulang sendiri aja deh. Nanti habis dari butik mau jalan sama Vina. Vina minta ditemenin buat belanja kebutuhan Isabel. Jadi kamu ga usah jemput." Kata Sarah menolak Daniel untuk menjemputnya
"Ok. Tapi nanti kalau mau biar aku jemput sekalian kita makan malam bareng. Ok babe." Tanya Daniel lagi
"Iya nanti aku telepon kamu kalau udah selesai. Dan makasi udah ijinin aku pulang lebih awal. Ada untungnya juga ya kalau boss aku ini juga tunangan aku juga." Kata Sarah menggoda Daniel
"Iya dong. Makanya jangan bandel-bandel." Kata Daniel mengingatkan
"Iya bapak Daniel Willson. Udah ah aku aku masuk dulu. Hati-hati di jalan. Dan ingat jangan ngebut." Kata Sarah mengingatkan Daniel
"Siap Bu boss." Jawab Daniel patuh
Setelah Sarah turun dari mobil Daniel ia pun segera masuk karena Vina sudah ada di dalam.
"Sarah." Panggil Vina
Sarah pun berjalan mendekat dan disana juga sudah ada Clara.
"Halo kakak ipar." Sapa Clara menggoda Sarah
Sarah tersipu malu ketika Clara memanggilnya seperti itu.
"Ok. Jadi kita cari baju yang cocok buat acara dinner besok malam ya? Bentar aku ambil beberapa gaun buat Kak Sarah." Kata Clara yang sudah sibuk dengan gaun-gaun buatannya yang super indah
Siang itu Sarah habiskan dengan mencoba beberapa baju yang Clara pilihkan padanya. Baju yang selalu terlihat bagus karena selain memang baju buatan Clara sangatlah indah tapi juga karena memang Sarah sendiri yang cocok memakai baju apapun. Hingga akhirnya baju yang akan Sarah gunakan Sabtu besok sudah siap dan sangat cocok di tubuhnya. Tentu saja Sarah tak lupa dengan pesan Daniel untuk tidak memakai baju yang terbuka. Jadi ia memilih baju yang ia rasa masih aman dan sopan.
Dan setelah dari butik Clara, Sarah pun menemani Vina untuk berbelanja keperluan Isabel. Dengan memakai mobil yang di kendarai Vina mereka pun segera jalan ke sekitar mall yang tak jauh dari butik milik Clara.
Hampir 2 jam lamanya Sarah menemani Vina berkeliling mal untuk membeli segala keperluan Isabel hingga membuat kaki Sarah karena berjalan hampir mengelilingi mall. Walaupun Sarah cewek ia tak seperti cewek kebanyakkan yang senang berbelanja sampai lama begini. Ketika ia ingin berbelanja dari rumah ia sudah membuat liat untuk membeli barang yang ia inginkan. Jadi ketika sampai di mall ia pasti langsung menuju toko yang menjual barang yang ia butuhkan. Berbeda jauh dengan sahabatnya ini yang suka sekali jalan keliling sambil melihat-lihat jika ada barang yang bagus.
"Gila kamu ya Vin cuma mau beli baju buat Isabel sampai 2 jam lamanya. Mana kamu juga beli yang lain. Dasar boros. Pantes aja bang Danny ga pernah mau nganterin kamu belanja." Kata Sarah geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya
"Habis semuanya lucu-lucu banget. Lagian buat apa punya suami kaya kalau ga kita manfaatin. Nanti kamu kalau udah nikah sama Daniel pasti juga ngerasain apa yang aku rasain." Kata Vina santai
"Kalau aku sih walaupun nanti nikah sama Daniel akan tetap jadi Sarah yang biasa aja. Ga akan boros-boros kayak kamu. Jika perlu aku cari uang sendiri buat beli keperluan aku sendiri." Kata Sarah menasehati Vina
"Iya deh terserah kamu aja. Tapi lihat aja nanti Daniel pasti juga bakal biarin kamu belanja Kayan bang Danny. Jadi kita nikmati aja uang suami kita." Kata Vina tertawa
Sarah hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya ini.
"Bener nih gan mau aku anterin?" Tanya Vina lagi
"Iya nanti aku pulang sama Daniel. Dia udah perjalanan kesini kok. Udah sana pulang. Katanya Isabel udah nyariin kamu. Udah sana buruan." Kata Sarah mengingatkan Vina jika putrinya sudah mencarinya
"Ok... Ok... Ya udah kamu hati-hati ya aku pulang dulu." Kata Vina
Vina pun segera pergi dari mal itu dan tinggallah Sarah di mall. Ia memang sudah menghubungi Daniel dan Daniel akan menjemputnya. Sambil menunggu kedatangan Daniel ia memilih menunggu di sebuah coffe shop. Ketika sedang meminum coffe lattenya tiba ada seseorang yang datang menghampirinya.
"Bisa kita bicara." Kata seorang gadis
Ketika Sarah melihat siapa yang bertanya padanya ia kaget ternyata di depannya ada Samantha yang seperti biasa penampilan bak seorang putri. Dan entah kenapa perasan Sarah tidak enak ketika melihat kedatangan Samantha.
Happy reading