Sexiest Man 18

1147 Kata
"Makasih mbak." Kata Sarah pada pelayan coffe shop itu Saat ini Sarah masih berada di coffe shop untuk menunggu Daniel menjemputnya. Dan didepannya ada Samantha gadis yang secara terang-terangan mengakui jika ia mencintai Daniel sejak kecil. Dan ketika tadi ia sedang menunggu kedatangan Daniel tiba-tiba Samantha datang dan ingin berbicara dengannya. "Apa yang kamu bicarakan sama saya?" Tanya Sarah berusaha untuk tenang "Kamu tahu kan kalau aku sudah mencintai Kak Daniel sejak dulu." Kata Samantha dengan ekspresi yang menatap Sarah benci "Iya saya tahu. Trus urusannya dengan saya apa?" Kata Sarah lagi-lagi bersikap tenang "Jauhi Kak Daniel karena sampai kapanpun Kak Daniel cuma buat aku. Kalau kamu ga menuruti apa yang aku katakan jangan salah bila aku berbuat nekat. Karena seorang Samantha Davin akan selalu mendapatkan apapun yang dia mau dengan cara apapun. Walaupun itu dengan cara yang paling kejam sekaligus." Ancam Samantha Sebenarnya Sarah merasa takut tapi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan mempertahankan Daniel dan akan berusaha menjadi pendamping yang bisa selalu mendukung Daniel. "Sebelumnya aku minta maaf sama kamu tapi aku tidak bisa menuruti kemauan kamu. Karena aku juga sangat mencintai Daniel. Seharusnya kamu yang mengerti jika Daniel sudah memilih aku untuk jadi pendamping hidupnya. Daniel juga sudah bilang ke kamu kan kalau dia cuma menganggap kamu hanya seperti adik. Jadi sebaiknya kamu harus belajar ikhlas untuk melepas Daniel. Biarkan Daniel mendapatkan kebahagiannya sendiri." Kata Sarah mencoba berbicara setenang mungkin "Kamu." Tunjuk Samantha Sarah bisa melihat bagaimana raut wajah Samantha yang menahan amarah. Tapi ia harus melakukan ini. Ia harus memberitahu kepada Samantha jika apa yang ia lakukan adalah salah. Dan Samantha harus menerima semua keputusan yang telah dibuat Daniel. Ia juga harus bersikap dewasa. "Kita lihat aja nanti siapa yang akan Kak Daniel pilih. Dan aku pastikan Kak Daniel akan pilih aku." Kata Samantha sambil menunjuk ke arah Sarah Samantha pun pergi meninggalkan Sarah sendiri di coffe shop itu. Dan Sarah hanya bisa menundukkan kepalanya karena ia benar-benar pusing menghadapi anak abg seperti Samantha. "Babe are you Ok?" Tanya Daniel yang ternyata sudah ada di hadapan Sarah "Ya i'm Ok. Kamu baru sampai?" Tanya Sarah "Iya aku baru sampai. Maaf ya kamu harus nunggu lama. Tadi jalanan agak macet." Kata Daniel menyesal "Ga papa kok. Sekarang kita mau pulang atau makan malam dulu." Tanya Sarah "Kita makan malam dulu baru pulang." Jawab Daniel "Ok kita makan dulu. Kamu mau makan apa?" Tanya Sarah ketika mereka sudah berjalan keluar dari coffe shop itu "Hmmm.. Kita makan di mall ini aja ya. Kamu tinggal pilih mau makan apa." Kata Daniel yang sudah menggandeng tangan Sarah "Ok boss." Jawab Sarah patuh Mereka pun berjalan di sekitar mall untuk mencari restoran mana untuk mereka makan malam. "Makanannya ga enak ya? Kok kayaknya makannya ga nafsu gitu? Apa mau ganti makanan yang lain aja." Tanya Daniel khawatir "Ga kok. Makanannya enak kok. Ini aku juga makan." Kata Sarah yang kembali menyantap makanannya Sebenarnya Sarah masih kepikiran masalah tadi ketika ia bertemu dengan Samantha. Tapi ia tak ingin menceritakannya dengan Daniel. Karena ia tak ingin membuat Daniel khawatir. Mungkin untuk saat ini biar dirinya sendiri yang akan menyimpan masalah ini. Dan siapa tahu Samantha bisa mengerti dengan apa yang ia katakan tadi. Setelah makan malam mereka pun pulang. Dan Daniel mengantar Sarah pulang ke kosan tunangannya itu. Tapi Daniel merasakan hal aneh dengan gadisnya itu. Karena sepanjang perjalanan Sarah memilih diam. Dan Daniel tahu jika pasti ada sesuatu hal yang menggangu Sarah. Karena Daniel tahu benar bagaimana sifat Sarah. Mobil yang membawa Daniel dan Sarah berhenti di depan kosan milik Sarah dan keduanya pun masih diam seribu bahasa. "Babe ada apa sebenarnya? Dari tadi aku perhatiin kamu diam terus. Ada masalah?" Tanya Daniel khawatir Ingin rasanya Sarah bercerita dengan Daniel tapi ia bingung harus mulai darimana. "Aku ga papa kok." Jawab Sarah dengan tersenyum "Liat aku." Kata Daniel menarik tangan Sarah untuk melihat ke arahnya Sarah pun langsung menatap wajah laki-laki tampan di sampingnya. Dan terlihat jelas ekspresi Daniel yang khawatir. "Babe kita kan udah janji untuk ga menutupi apapun. Janji untuk saling berbagi masalah yang kita hadapi. Dan aku tahu jika kamu sedang ada masalah. Jadi aku mau cerita sama aku." Kata Daniel sambil menggenggam tangan Sarah Dan pertahanan Sarah runtuh ia pun menceritakan tentang pertemuannya dengan Samantha tadi. Dan terlihat jelas wajah Daniel berubah jadi emosi. "Samantha memang udah kelewatan. Aku udah bilang sama dia untuk ga ganggu kamu tapi nyatanya dia masih ganggu kamu. Aku akan datang ke rumahnya dan memperingatkannya." Kata Daniel emosi "Udah Niel ga usah. Lagian aku ga papa. Aku ngerti dia cuma ga mau kehilangan kamu. Mama pernah cerita kalau Samantha hanya tinggal sendirian dengan pelayan sedangkan kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Jadi mungkin ia merasa kesepian. Dan ketika merasa kesepian kamu datang dan dia merasa punya seseorang yang memberi perhatian jadi dia ngerasa memiliki kamu." Kata Sarah menenangkan Daniel "Aku tahu itu. Tapi harusnya dia mengerti jika aku menganggapnya sebagai seorang adik ga lebih. Dan aku sudah memilih kamu untuk menjadi istri aku." Kata Daniel penuh kesungguhan "Iya aku ngerti kok. Yang penting kamu udah kasih tahu ke dia. Dan beri dia waktu untuk mengerti semua ini. Aku yakin nanti pelan-pelan dia pasti mengerti." Kata Sarah memberi pengertian Daniel kembali menatap wanita di depannya. Ia benar-benar tak salah pilih calon istri. Karena wanita di depannya ini sangat mengerti dengan keadaanya. Dan untuk Samantha Daniel harus berhati-hati karena Daniel tahu jika Samantha bisa berbuat nekat. Karena tidak kali pertama Samantha melakukan hal seperti ini. "Ya udah kamu masuk sana. Udah malam juga. Kamu pasti capek seharian jalan sama Vina kan. Besok aku jemput kamu jam 7 ya buat ke tempat Pak Pandu." Kata Daniel mengelus pipi Sarah "Iya bapak Daniel. Aku boleh peluk ga?" Kata Sarah merajuk Tanpa menunggu lagi Daniel pun segera menarik tubuh Sarah dan memeluknya. Sesekali ia mengecup bibir seksi Sarah yang nanti pasti akan jadi candunya. "I miss you Daniel." Kata Sarah mengeratkan pelukannya "I miss you too babe." Balas Daniel Mereka pun saling berpelukan sebentar sampai akhirnya Daniel harus pulang. Dan malam ini Sarah bisa tidur nyenyak karena ia menceritakan tentang pertemuannya dengan Samantha dan itu membuat hatinya sudah jauh lebih baik. Malam berikutnya... Daniel sudah sampai di depan kos Sarah untuk pergi ke tempat Pak Pandu. Ia juga sudah memberi kabar pada Sarah jika ia sudah sampai di depan kosnya. "Niel." Panggil Sarah Ketika Daniel berbalik ia begitu takjub dengan penampilan gadis yang sudah menjadi tunangannya itu. Malam ini Sarah benar-benar sangat cantik. Dengan gaun warna pink dengan model Sabrina sehingga menampilkan pundaknya yang putih serta rambut panjangnya ia biarkan terurai. Serta make up yang tidak berlebihan menambah kecantikan Sarah jauh lebih sempurna. "Kamu kenapa ngelihatin aku kayak gitu. Aku aneh ya pakai pakaian kayak gini?" Kata Sarah cemberut "Kamu cantik banget babe malam ini." Puji Daniel "Udah deh jangan gombal lagi. Yuk kita berangkat sekarang. Nanti kemalaman loh." Kata Sarah mengingatkan Daniel pun segera melajukan mobilnya menuju rumah pak Pandu. Dan sepanjang perjalanan ia tak henti-hentinya terus melirik ke arah Sarah. Karena ia benar-benar terpesona dengan penampilan Sarah malam ini. "I love you babe." Kata Daniel di sela ia menyetir " I love you too Daniel Willson." Jawab Sarah penuh cinta Happy reading
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN