Sexiest Man 19

1103 Kata
Daniel dan Sarah sudah sampai di kediaman pak Pandu. Dan sedari tadi Daniel terus  menunggu Sarah menyiapkan diri karena wanita di sampingnya ini benar-benar terlihat gugup. "Niel penampilan aku udah Ok kan? Maksudnya ga bakal buat kamu malu nanti ketika di dalam." Kata Sarah sambil mengecek penampilannya "Babe malam ini kamu terlihat luar biasa cantik. Jadi kamu ga usah khawatir." Kata Daniel menenangkan Sarah "Tapi aku takut kalau ngelakuin kesalahan dan buat kamu malu. Ini pertama kalinya aku menemani kamu ke acara bukan sebagai asisten kamu melainkan tunangan kamu. Jadi aku takut orang-orang berpikiran aneh sama aku." Kata Sarah tak percaya diri "Babe kamu harus mulai belajar buat terbiasa. Karena setelah kamu jadi istri aku nanti kamu akan sering datang ke acara kayak gini nemenin aku. Tapi kalau kamu masih ngerasa takut kamu bisa genggam tangan aku. Ok?" Kata Daniel memberi semangat Sarah Sarah pun mengangguk mengerti dengan apa yang Daniel katakan. Dan apa yang katakan Daniel benar adanya karena mau tidak mau ia harus belajar untuk beradaptasi menjadi bagian dari keluarga Willson nantinya. "Ok. Kita masuk sekarang." Kata Sarah yakin Mereka pun keluar dari mobil dan seperti kata Daniel ia terus menggenggam tangan Sarah agar membuat gadisnya ini kenyamanan. Karena ia tahu Sarah masih merasa baru dengan situasi seperti ini. Lagi-lagi Sarah kagum dengan acara yang diadakan oleh Pak Pandu. Sarah cukup mengenal pak Pandu yang merupakan partner bisnis Daniel yang sangat kompeten. Usianya juga tak beda jauh dengan Daniel tapi ia sudah menjadi salah satu pengusaha yang sukses. Tapi dibalik semua kesuksesan yang ia dapat ia selalu di puji oleh orang-orang karena merupakan family man sejati. Orang-orang selalu berpendapat jika pak Pandu adalah suami dan ayah yang begitu penyayang untuk keluarganya. Jadi tak heran keluarga pak Pandu merupakan salah satu contoh keluarga harmonis. Ketika masuk ke rumah Pak Pandu terlihat nyaman dan mewah. Apalagi malam ini ada acara aniversary pernikahan pak Pandu dan istrinya jadi rumahnya di hias dengan banyak kerlap kerlip lampu dan disana juga sudah datang banyak tamu-tamu dari kalangan pengusaha. Dan Sarah juga mengenal beberapa tamu undangan disana karena ia pernah bertemu dengan mereka ketika menemani Daniel meeting. Daniel pun mengajak Sarah untuk menemui sang pemilik acara. Bagaimana pun juga ia harus memberi selamat untuk pak Pandu dan istrinya. "Pak Pandu selamat atas ulang tahun pernikahannya." Kata Daniel memberi selamat "Terima kasih pak Daniel atas ucapannya dan terima kasih juga sudah datang kesini. Loh Bu Sarah juga datang." Tanya Pak Pandu ketika melihat Sarah di samping Daniel "Iya pak. Saya juga mengucapkan selamat ulang tahun pernikahan dan selamat atas kehamilan anak keduanya pak." Kata Sarah tulus "Terima kasih Bu Sarah." Kata Pak Pandu senang "Oya pak kemarin saya sempat bilang ke bapak akan membawa kekasih saya kan? Jadi saya kenalkan tunangan saya ke bapak." Kata Daniel memperkenalkan Sarah "Jadi Bu Sarah tunangannya Pak Daniel?" Kata Pak Pandu tak percaya Sarah tersenyum sambil mengangguk menjawab pertanyaan dari Pak Pandu. Ia sedikit malu karena tiba-tiba Daniel memperkenalkan dirinya sebagai tunangannya Daniel. "Wah ini berita besar. Saya ga mengira ternyata Bu Sarah berhasil menaklukkan hati pak Daniel. Saya ikut bahagia mendengar kabar ini. Kalian memang pasangan yang sangat serasi dan cocok. Saya doakan hubungan kalian akan langgeng." Kata Pak Pandu memberi dia untuk Sarah dan Daniel "Terima kasih pak." Jawab Sarah tulus Dan malam ini semua berjalan dengan lancar. Daniel pun terus memperkenalkan Sarah sebagai tunangannya. Ya bisa di tebak bagaimana ekspresi orang-orang ketika tahu jika seorang Daniel Willson memilih tunangan. Apalagi tunangannya adalah Sarah semakin membuat orang-orang penasaran dengan sosok Sarah. Dan satu hal lagi Daniel terus menggeram marah karena ia melihat beberapa lelaki melihat Sarah dengan tatapan laparnya. Ingin sekali ia mencongkel mata laki-laki itu karena melihat Sarah dengan tatapan lapar itu. "Are you Ok?" Tanya Sarah yang melihat Daniel bersikap aneh "Aku ingin mencongkel mata laki-laki disini karena menatap kamu penuh lapar. Harusnya aku ga ajak kamu kesini biar mereka ga melihat kamu nafsu seperti itu." Kata Daniel menahan emosinya "Cuppp" Sarah mengecup pipi Daniel untuk meredakan emosinya. "Kalau begitu tunjukkan kepada mereka kalau aku milik kamu. Dan buat mereka tahu jika aku hanya milik Daniel Willson." Kata Sarah mencoba menggoda Daniel Dan benar saja Daniel terpancing dengan kata-kata dari Sarah ia pun menarik pinggang Sarah dan dengan tiba-tiba mencium bibir seksi Sarah di hadapan para laki-laki itu. Dan tentu saja laki-laki itu langsung mundur ketika tahu jika Sarah adalah milik Daniel Willson. "I always love your lips babe." Kata Daniel menyudahi ciumannya Daniel pun segera melingkarkan tangannya di pinggang Sarah dan menunjukkan kepemilikannya pada diri Sarah. Dan tentu saja orang-orang melihat hal itu. Sementara itu disisi lain Samantha melihat bagaimana kak Daniel mencium bibir Sarah dengan begitu mesranya. Bahkan sekarang secara terang-terangan Daniel melingkarkan tangannya posesif di pinggang Sarah. Dan itu membuat Sarah marah. Ia tak akan membiarkan ini terjadi. Jika perlu ia akan melenyapkan Sarah agar Kak Daniel bisa bersamanya. Sarah merasa risih karena ada segerombolan cewek-cewek yang bisa dikatakan berkelas menatapnya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Seakan-akan mereka mempertanyakan keputusan seorang Daniel Willson meminangnya sebagai seorang istri. Dan Sarah tahu betul jika para wanita tak suka dengan keberadaan Sarah disana. "Ihhh Daniel apa ga salah pilih calon istri. Aku pikir calon istri dari Daniel Willson dari kalangan yang berkelas tapi ternyata hanya gadis biasa yang jauh dari kata pantas untuk mendampingi Daniel Willson. Pasti dia menggunakan tubuhnya buat menjerat Daniel Willson." Kata salah satu wanita di gerombolan itu "Itu sudah pasti. Ia pasti menggunakan tubuhnya untuk memikat Daniel Willson kalau ga mana mungkin Daniel mau sama cewek yang biasa banget." Tambah wanita lain di gerombolan itu Sarah merasa risih karena mendengar wanita-wanita itu membicarakannya secara terang-terangan. Padahal jelas-jelas mereka tahu Sarah berada disana. "Udah ga usah di dengerin ucapan mereka. Mereka cuma iri dengan kehidupan kamu. Mereka hanya itu tak bisa mendapatkan tunangan kamu." Kata seorang wanita yang terlihat cantik dengan perut buncitnya "Ibu Sheilla." Kata Sarah kaget ketika istri dari pak Pandu menghampirinya "Panggil Sheilla aja. Umur kita kayaknya gak beda jauh. Kamu usah pedulikan mereka. Dulu saya juga pernah merasakan perasaan yang sama kayak kamu ketika menjadi istri pandu. Saya juga bukan dari kalangan yang sama seperti suami saya. Tapi saya membuktikan jika saya bisa beradaptasi dengan lingkungan baru ini. Jadi kamu ga usah merasa ga enak atau apa itu namanya. Karena tunangan kamu sudah memilih kamu bukan memilih para wanita yang membicarakan kamu." Kata Sheilla memberi semangat "Makasi Sheilla buat sarannya. Saya juga masih belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan Daniel. Jadi wajar saja jika ada beberapa orang yang menganggap saya tidak pantas menjadi pendamping Daniel tapi saya yakin dengan berjalannya waktu saya akan bisa beradaptasi." Kata Sarah yakin "Bagus Sarah. Saya tahu kamu pasti bisa. Semangat." Kata Sheilla memberi semangat Sheilla pun merenungi apa yang dikatakan oleh Sheilla istri dari pak Pandu. Ia akan belajar menjadi pendamping yang pantas untuk Daniel agar orang-orang tak melihatnya sebelah mata lagi. Happy reading....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN