Sexiest Man 20

1024 Kata
Sudah hampir 1 jam lamanya Sarah dan Daniel berada di rumah pak Pandu. Dan lagi-lagi Daniel terus saja memperkenalkan Sarah ke beberapa partner kerjanya jika Sarah adalah tunangannya. Dan Sarah bisa tahu beberapa dari wanita di sana memandang Sarah dengan pandangan yang sama. Pandangan yang merendahkan. Tapi seperti kata Sheilla istri pak Pandu jika mereka hanya iri dengan posisi yang Sarah miliki. Jadi Sarah tak menggubrisnya dan memilih untuk tetap di samping Daniel. Ketika sedang menemani Daniel berbicara dengan beberapa partner kerjanya tiba dari kejauhan Sarah melihat Samantha berjalan dengan anggunnya. Dan penampilan Samantha malam ini bisa dikatakan sangat mempesona. Dan banyak laki-laki terpana dengan penampilan Samantha malam ini. Samantha pun berjalan kearah Daniel dan tentu saja Sarah bisa melihat dengan jelas ketika Samantha melihatnya tidak suka. "Pak Pandu selamat ulang tahun pernikahan. Saya datang kesini mewakili papa saya yang kebetulan tidak bisa hadir malam ini. Dan ini saya berikan tiket berlibur selama 1 Minggu di Jepang dengan menginap di salah satu hotel milik keluarga Davin disana." Kata Samantha memberikan hadiah itu kepada pak Pandu "Sampaikan rasa terima kasih saya kepada pak Fandi Davin." Kata Pak Pandu membalas "Nanti saya sampaikan kepada papa." Jawab Samantha dengan menampilkan senyum manisnya Samantha pun berjalan mendekat ke arah Daniel dan tanpa memperdulikan ada Sarah disana, Samantha mengecup pipi Daniel. "Hi kak Daniel." Kata Samatha dengan suara yang menggoda "Sam What are you doing?" Kata Daniel kesal "Aku cuma nyapa kak Daniel aja. Biasanya kita juga kayak gitu kan." Kata Samantha santai "Sudah kakak bilang Sama kalau kita tidak boleh melakukan seperti itu lagi. Kakak sudah punya Sarah dan kakak harap kamu menghargai Sarah." Kata Daniel marah "Uppps sorry Sarah. Aku ga tahu kamu disini. Habis kamu kelihatan biasa aja sih jadi aku ga kenalin kamu." Kata Samantha merendahkan Sarah "Sam." Kata Daniel menahan amarahnya "Niel udah ga papa kok." Kata Sarah menenangkan Daniel "Dengar ya Sam kakak udah bilang sama kamu sebelumnya kalau kamu harus bisa menghargai Sarah. Kamu bukan lagi anak kecil yang semua apa yang kamu mau harus diturutin. Kakak harap kamu bisa mengerti sama apa maksud kakak." Kata Daniel memperingatkan Samantha Terlihat jelas ekspresi wajah Samantha yang marah karena lagi-lagi Daniel lebih membela Sarah daripada dirinya. Padahal dulu sebelum ada Sarah Samantha lah yang menjadi prioritas Daniel. Tapi semua berubah sejak kemunculan Sarah. Dan itu membuat Samantha marah. "Ayo babe kita pergi dari sini." Kata Daniel menarik tangan Sarah "Daniel tapi." Kata Sarah terpotong Belum sempat Sarah menyelesaikan kata-katanya Daniel sudah menggandengnya untuk pergi meninggalkan Samantha. Dan Sarah masih melihat dengan jelas ketika Samantha memandangnya penuh kebencian. "Niel harusnya kamu ga boleh gitu. Mungkin Samantha hanya cemburu karena kamu ga perhatian sama dia. Harusnya kamu kasih dia waktu buat mengerti semua ini. Kamu haruslah lebih maklum karena Samantha masih sangat muda jadi emosinya masih sering turun dan naik." Kata Sarah menasehati tunangan tampannya "Come here." Kata Daniel meminta Sarah mendekat Sarah pun mendekat dan duduk di hadapan Daniel. "Kenapa kamu jadi cewek kok baik banget. Padahal jelas-jelas Samantha memperlakukanmu dengan tidak baik. Aku tahu selama acara tadi banyak gadis yang menatap kamu dengan tatapan merendahkan karena kamu menjadi tunangan Daniel Willson. Tapi nyatanya kamu masih baik sama mereka dan ga membalas mereka. Kenapa babe?" Tanya Daniel sambil merapikan rambut Sarah yang menutupi wajah cantiknya "Aku cuma ingat pesan ibu aku. Kalau ada orang yang ga suka sama kamu jangan pernah balas mereka dengan rasa yang sama. Tapi balas mereka dengan kebaikan yang kamu perbuat. Karena mereka tak pernah tahu bagaimana cara kamu bisa berada di posisi seperti sekarang ini. Dan pesan dari ibu aku itu yang membuatku jadi Sarah yang seperti ini." Kata Sarah dengan menampilkan senyum indahnya Lagi-lagi Sarah jatuh cinta pada gadisnya ini. Sarah memang sosok cewek langka yang Tuhan berikan hanya untuk laki-laki seperti dirinya. Dan Daniel sampai kapanpun ga akan pernah membiarkan Sarah pergi dari dirinya. "Seperti kamu akan selalu membuat aku jatuh cinta sama kamu babe. Dan aku beruntung memiliki kamu dalam hidupku. Aku jadi pengin cepat-cepat menikahi kamu deh babe. Oya aku belum pernah kenal dengan keluarga kamu. Gimana kalau aku pergi untuk menemui keluarga kamu. Gimana kalau Minggu depan kita kesana?" Tanya Daniel "Kita sama-sama beruntung bapak Daniel. Aku sih udah pernah cerita sama bapak dan ibu soal kamu. Tapi kalau kamu mau ketemu sama mereka boleh aja. Nanti coba aku lihat jadwal kamu dulu deh. Kalau ga terlalu sibuk kita bisa datang kesana." Kata Sarah setuju "Siap ibu Sarah Willson." Kata Daniel patuh "Dasar kamu. Ya udah kamu tunggu sini dulu aku ke toilet bentar." Kata Sarah "Ok ibu Sarah. Aku tunggu sini setelah itu kita pulang. Ok my baby." Kata Daniel mulai keluar sifat manjanya "Iya bapak Daniel." Jawab Sarah ikut menggoda Daniel Sarah pun segera berjalan menuju ke kamar mandi. Ia tak akan lama-lama karena Daniel sudah menunggu. "Ahhh... Leganya." Kata Sarah setelah buang air kecil Sarah pun keluar kamar mandi tapi sebelumnya ia melihat penampilan dirinya di cermin sampai sebuah suara yang Sarah kenal masuk ke kamar mandi itu. "Wahhh... Mau pakai baju semahal apapun kalau miskin masih aja terlihat miskin. Apa kak Daniel ga salah pilih calon istri jika penampilannya kampungan banget." Kata Samantha menghina Sarah "Maksud kamu apa Samantha?" Tanya Sarah yang merasa tersinggung dengan ucapan Samantha "Apa kamu ga ngerti juga dengan perkataan aku sebelumnya? Tinggalkan Kak Daniel kalau kamu mau hidup tenang. Kamu ga akan pernah tahu apa yang bisa aku lakukan buat kamu. Karena aku pasti dapatkan apa yang aku mau." Ancam Samantha Sarah benar-benar sudah tidak bisa mentolerir sikap Samantha lagi. Ia sudah mencoba sabar tapi gadis di depannya tidak juga mengerti. Ia harus sedikit lebih keras pada Samantha agar dia tahu posisinya sekarang. "Sebelumnya aku minta maaf sama kamu kalau aku ga akan pernah pergi dari hidup Daniel. Kamu lihat cincin ini. Ini cincin yang Daniel kasih ke aku karena dia sudah melamar aku menjadi istri. Jadi nona Samantha Davin yang terhormat sebaiknya anda bisa lebih mengerti posisi anda saat ini." Kata Sarah dengan tegas "Kamu." Teriak Samantha emosi Dengan amarah yang memuncak Samantha mendorong tubuh Sarah hingga ia tak tahu jika lantai kamar mandi sedikit licin dan mengakibatkan Sarah terjatuh dan keningnya membentur dinding kamar mandi. Sarah merasa kepalanya sakit luar biasa dan beberapa detik kemudian semuanya menjadi gelap. Sementara itu Samantha yang melihat kening Sarah berdarah langsung shock dan tanpa pikir panjang ia pergi meninggalkan Sarah yang pingsan di kamar mandi itu. Happy reading
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN