117. Tukar Saham -2

1008 Kata

Kemarahan Samantha melunak, berganti bias gugup saat Rose semakin mendekat. Samantha duduk di tepi meja saat garis senyum wanita itu membias penuh godaan. “Pak Sam.” Rose memperbaiki tatanan dasi Samantha. “Lihat mata saya dan percayalah pada saya.” Samantha tak menggeser pandangannya sedikit pun. Berulang kali matanya mengerjap saat Rose mendekat dan ingin kecup mesra dari bibir pria ini. Tergoda sebab begitu tampan, ataukah karena cinta dan rindu yang menelusup Sukmanya. Terburu Samantha berpaling, menyadari dirinya sempat terpengaruh. Wanita ini begitu pintar menggodanya. Belum lagi dengan paras cantik dan aroma parfumnya yang menguar. “Baiklah, Pak Sam! Pikirkan sekali lagi! Nasib para pekerja ada di tangan Anda.” Rose beranjak pergi, lekas tangannya digamit Samantha. “Ada yang ing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN