Keesokan harinya, Narendra juga menjalankan agenda yang telah menjadi bagiannya. Jamuan makan malam digelar. Seisi rumah Atmadja mulai kerepotan. Sengaja chef restoran disewa untuk mengambil kendali. Jennifer tampak bingung dengan tatanan ruang makan yang kini disulap seperti konsep restoran. Seolah tamu penting akan datang. “Ini ada acara apa, Bi?” tanya Jennifer pada si bibi. “Oh, ini Tuan mau ngundang orang untuk makan malam. Tamu penting, katanya.” Acara makan malam untuk pertemuan Rose dan Samantha. Alexander yang baru pulang pun, terlihat bingung dengan sambutan hebat itu. Narendra mendekati, tersenyum antusias sambil menepuk bahu Alexander. “Lex! Dandan yang rapi, ya! Istrimu juga.” “Ini ada apa, Pa?” tanya Alexander. “Papa mau undang calon iparmu.” Perjodohan Samantha sudah

