Sebelum beranjak, OB itu berkata hal yang terdengar tulus hingga Samantha terharu. Sebab dia mengira, Samantha terlalu lelah dengan tugas yang menumpuk hingga memilih istirahat sendiri di taman. “Terima kasih sudah bertahan sejauh ini, Pak. Terima kasih telah menyelamatkan orang-orang kecil seperti saya," ujarnya dengan binar mata tulus. “Maksudnya apa, ya, Pak?” tanya Samantha, bingung. Samantha menggeser duduknya ke sisi kiri, menyisakan ruang agar karyawan dengan posisi paling rendah di perusahaan itu duduk berdampingan dengannya. Tanpa membedakan, meski terlihat pria itu canggung pada Samantha sebagai pimpinan perusahaan ini. “Saya OB di sini, menggantungkan hidup sejak 10 tahun. Dan yang terjadi di perusahaan saat itu, tentu saya tahu. Terima kasih karena bertahan sebisanya. Say

