“Jadi ini bagaimana, Dok?” Narendra bertanya dengan nada sedih. Rose masih menjagai Alexander agar tak kabur lagi. Dua minggu sudah dirawat setelah menemui Frans, Alexander nyaris gila. Beberapa kali dia kedapatan ingin mencelakakan dirinya jika tak ditemani sesiapa pun. “Pa, Mas Alex harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Pasti ada pengaruh dari obat yang dicekoki Jennifer selama ini,” sela Rose. “Bu Mila benar, Pak Narendra. Saya pikir, sebaiknya Bapak setuju dengan saran kami sebelumnya.” Dokter itu keluar dari ruangan, tersenyum tipis pada Samantha yang duduk tak jauh dari pintu. Papanya keluar dengan langkah gontai, lalu duduk di samping si bungsunya ini. “Jadi gimana, Pa?” tanya Samantha. “Mental Alex semakin buruk. Pengobatan intensif harus dilakukan. Dan juga, seper

