“Saya mau ke toilet, Sus,” lirih Alexander dengan terbata. Semula suster itu ragu karena diperintahkan untuk menjaga sang pasien. Alexander tak terkendali selama beberapa minggu ini dan berulang kali mengamuk karena frustrasi. “Bapak mau apa? Kan, itu sudah pakai kateter.” Alexander menggeleng, matanya mengiba untuk minta dilepaskan. “Saya mau buang air, Sus. Ya?” Tak ada pilihan, suster itu membukakan tali kain yang merantai Alexander pada tiang kasur. Begitu longgar, Alexander memukul keras dahi wanita tersebut, membuatnya terjerembap jatuh ke lantai. “Gue akan cari lo, Frans!” Sempat dirogohnya saku sang perawat untuk mencari uang yang bisa dia ambil. Setelahnya, Alexander mengendap-endap keluar ruangan, berlari di lorong hingga berhasil meninggalkan rumah sakit dengan taksi di so

