Jennifer meninggalkan mobil di tepi hutan, lalu melaju pulang dijemput oleh orang suruhannya. Tujuannya adalah apartemen di mana Alexander memberi pesan akan menunggunya di sana. ‘Selangkah lagi semuanya akan jadi milikku, kan?’ Jennifer menunggu sampai sore sebab beralibi tadinya dia berada di Bali pada Alexander. Saat hari senja, dia tiba di apartemen. Memasang mimik memelas ketika berdiri tepat di depan pintu. Selangkah baginya menuju kemenangan. Ada sebuah koper di sisi kakinya. “Aku datang, Suamiku.” Ting! Pintu terbuka sesuai kode. Alexander menyambut langkah lambat Jennifer mendekatinya. “Mas.” Tak menyahut, Alexander menyediakan bidang dadanya untuk menenggelamkan pelukan Jennifer. “Maaf, Jen,” kata Alexander, melunak. “Aku takut jadi beban Mas Alex, makanya aku pergi. Haru

