128. Titik Terang -1

1106 Kata

Sepagi ini Jennifer kembali tampil rapi. Dilihatnya sang suami segar setelah istirahat seharian, dia pun berniat meracuni lagi. Teh peppermint tersaji, tapi dia terkejut karena tak menemukan botol itu di lemari obat. ‘Obatnya di mana, ya? Terakhir aku letak di sini,’ batinnya. Alexander keluar dari toilet, berniat pergi ke kantor. “Sayang, aku masuk kantor hari ini, ya! Badanku udah agak enakan.” “Yakin, Mas?” Jennifer mendekati, mengambil beberapa potong pakaian Alexander di lemari. “Baru sehat sedikit udah mau kerja, Mas?” “Kerjaan numpuk, Jennie. Kamu di rumah aja, ya!” Jennifer belum membantah, masih mengira-ngira mungkinkah Alexander yang mengambil botol obat itu dari lemari obat. Tak lama, Rose datang dengan bias amarah. Pandangannya beralih pada cangkir di atas meja. “Ngapai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN