Alexander mulai menikmati perhatian dari wanita lain. Sementara itu, Jennifer baru saja turun dari mobil setelah diantarkan Frans. Semalaman dia bahkan tak pulang dan bermain dengan kekasih lamanya ini. “Urus semuanya, ya, Sayang!” titah Frans. “Iya.” Jennifer melenggang masuk dengan hati berbunga-bunga saat bisa berhubungan baik dengan Frans. Berhenti sebentar di ruang tengah, Jennifer mengatur tampilannya, menyemprotkan parfum karena takut aroma cologne Frans masih menempel di pakaiannya. “Jangan sampai Mas Alex curiga!" Setibanya di kamar, Jennifer terkejut melihat Alexander sedang memegang tangan sang ipar. Amarahnya meradang. Alexander gugup saat menyadari wajah geram sang istri. Rose belum menyadari hingga akhirnya kepalanya mendongak saat Jennifer menarik kasar rambutnya dari

