“Apaan lagi itu si Mila?” Samantha menatap geram dari jendela kamarnya. Di taman bawah, sang istri terlihat berbincang dengan Alexander yang menghabiskan detik paginya berjemur di luar. “Udah enakan, Mas?” tanya Rose. Alexander tersenyum, memberi sedikit ruang pada sang ipar agar duduk di sampingnya. “Thanks untuk yang kemarin, Mila.” Rose tersenyum. Diselipkannya telapak tangannya di dahi Alexander, membiaskan gugup dan canggung pada wajah iparnya tersebut. Rose refleks menaruh perhatian karena begitu khawatir pada Alexander. “Alhamdulillah demamnya udah turun, Mas.” Rose menarik tangannya, lantas beranjak mendekati susunan bunga yang berjajar pada taman. “Mbak Jennie belum pulang, Mas? Kerja seharian di kantor, sampai nggak pulang segala, rajin bener,” oceh Rose, menyindir. Me

