125. Cemburu -2

1280 Kata

Frans tertawa bengis. Jennifer begitu matrealistis dan licik hingga semua rencananya berjalan apik. Sebagian properti Alexander sudah dipindahkan atas nama putranya. Wanita ini berkata terang-terangan tentang semua rahasianya pada Frans. “Kenapa kamu terburu-buru seperti ini, Sayang? Raka putranya Alex. Semua asset juga akan jadi milik Raka, kan?” seru Frans sambil menyesap Americano hangat di tangannya. “Aku belum memeriksanya. Tapi, bagaimana kalau Raka itu putramu, Frans? Sebelum dengan Alex, aku hanya berhubungan denganmu, kan?” Tak ada sahutan, Frans mendekatkan cangkir vanilla latte itu agar dinikmati Jennifer. Keduanya bertautan pandangan, memiliki rencana berbeda di balik senyum bengis mereka. * Lepas senja, Samantha kembali ke rumah. Badannya terasa gerah karena bolak-balik k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN