Satu harian Rose menjaga Samantha di rumah sakit. Penjagaan Morgan diserahkan pada seorang perawat yang disewa Rose di rumah Atmadja. Pria itu masih belum terjaga. Rose menepi sebentar ke sisi jendela saat menerima panggilan dari Bram. “Ya, Bram. Ada apa?” sahut Rose. “Kami menemukan keberadaan Gunawan terakhir kali, Bu. Dia ada di Bogor. Kami akan cari tepatnya di mana dia, Bu,” sahut Bram dari seberang sana. “Baiklah. Saya tunggu perkembangan kasusnya.” Di sana, Samantha mulai membuka mata. Ditatapnya wanita cantik yang telah menolongnya di saat kritis. Saat itu, Samantha begitu takut pada kegilaan Jennifer yang akan dengan tega melenyapkan putranya. Bibirnya mengukir senyum, hatinya mendadak pilu. ‘Maaf karena egois, Rose. Demi kebaikan perusahaan, juga karena dia yang telah melind

