Bias senyum Rose menghilang. Samantha tak membuka hati dan diri meski mereka menikah. Bias ragu pria itu membuat Rose kehilangan percaya dirinya lagi. “Apa Pak Sam nggak mau mencobanya dulu?” Samantha menggeleng. “Maaf. Sebaiknya kalau memang masing-masing dari hati kita belum siap, nggak ada yang perlu dipaksakan. Maaf kalau saya bersikap sekasar ini, tapi-“ “It’s oke.” Rose menarik selimut, berbaring memunggungi Samantha untuk mengaburkan kesedihannya. Terasa aneh. Mereka pernah melakukan hubungan di luar penikahan, tapi kini saat hubungan itu telah halal, tak ada sentuhan apa pun yang terjadi. “Tidak apa-apa, Pak Sam. Saya juga sudah mengantuk. Saya tidur duluan, ya!” Rose kecewa dengan sikap dingin Samantha. Pria itu kini telah sah menjadi suaminya, tapi kebahagiaan itu belum dat

