“Ya, Ra, terima kasih.” Saat beranjak pergi, lengan Samantha terburu ditahan Akira. “Sebentar!” Samantha mendelik heran saat Akira menyodorkan bingkisan kado berbentuk persegi panjang. Diterimanya dengan tatapan aneh, selidik. “Kamu yang nikah, kenapa aku yang dikasih kado? Kadoku udah, kok, aku letak di sana!” kata Samantha, menunjuk pada bagian penerima tamu. Akira tersenyum, lantas berkata, “Ini juga kado buat kebahagiaan kamu, Sam. Semangat, ya!” Samantha mengangguk, lalu pergi dan menunggu di parkiran. Sepertinya Han dan sang ayah yang masih belum keluar dari arena pesta. Mengurai waktu, sesekali bermain dengan Morgan yang berada di gendongannya. “Mereka nyetock isi lambung sampai malam, ya?” kekinya. * “Pa-pa!” Samantha berdendang saat menyugar rambutnya yang basah di depan

