"Mama!" Rose tersenyum, mendekati si kecil Ruby yang sedang bersiap pergi sekolah. Arini begitu cekatan mengurusnya. "Nanti di sekolah, belajar yang rajin, ya!" Rose mengambil sisir untuk merapikan rambut pirang si sulung itu. Ruby berceloteh tentang teman-temannya di sekolah. Rose mengusap air matanya sesekali. Saat berpisah nanti, maka kebersamaannya dengan Ruby akan menjadi taruhannya. 'Maafin mama, Sayang. Maaf karena mama egois. Papamu berubah, Nak. Hidup kita nggak bisa bahagia seperti dulu.' Setelahnya, Rose mengajak Ruby dan Arini untuk menikmati sarapan. Lalu Nina juga diajak untuk bergabung. Tak ada siapa pun di ruangan itu selain mereka. "Ini papa ke mana, Bi?" tanya Rose pada si bibi yang sedang menuang s**u dari teko ke dalam gelas. "Tuan pergi pagi-pagi tadi. Cuma minu

