“Berkas yang gue ajukan kemarin, nggak ada yang perlu direvisi lagi, kan?” Pertanyaan Han tersebut diabaikan Samantha. Atasannya itu setengah melamun sejak tadi. Memijat sedikit dahinya, atau mencoret kertas kosong di hadapannya. Pikiran Samantha sedang kalut dihantui rumitnya hubungan dia dan kedua wanita tersebut. Rose dengan kasus perceraiannya dan juga pertengkarannya dengan Akira. “Samantha Narendra!” Samantha terkejut saat Han menghentak meja, melempar berkas ke hadapannya. Sekretarisnya itu memipihkan mata dengan binar interogasi. Duduk di hadapannya sembari melipat tangan di depan d**a. “Ya?” “Minggu depan itu lo bakal meeting sama Mr. Calvin untuk rencana proyek pembangunan resort-nya di Bandung. Lo udah siap? Proyek besar, nih! Klien bule pertama lo, Sam.” Samantha hanya m

