Rose segera dilarikan ke klinik terdekat. Satu jam tak sadarkan diri, wanita itu menatap sekeliling ruangan setelah cedera dan lukanya dibalut oleh perban dan plester. "Ibu sudah baik-baik aja? Nggak ada yang parah, kok. Alhamdulillah." Rose tersenyum menanggapi petugas medis di klinik tersebut. "Terima kasih atas bantuannya, Dok!" "Ya. Ibu istirahat di sini saja dulu sampai benar-benar pulih " Rose mengangguk, menyetujui perintah dokter muda tersebut. Diambilnya ponsel untuk berkirim pesan pada Nina. Dilihatnya luar hampir senja. [Nin, sebentar, ya. Saya masih ada urusan. Bantu jaga Morgan, ya.] Setelahnya, Rose berbaring nyaman. Pikirannya mengelana pada kejadian tadi. Kecelakaan yang bukan insiden tak sengaja, tapi jelas pengendara sepeda motor itu berusaha membunuhnya karena dia

