Urai tawa teriring di sekitar. Goda itu hanya dibalas senyum keki oleh Samantha. Belum lagi saat Han tiba-tiba datang setelah menepuk keras pundaknya. “Kawin, Pak! Disuruh kawin, lu!” Samantha hanya mengatakan bahwa dia belum memiliki keinginan untuk menikah. “Nanti saja, Pak. Masih betah aja sendiri, sambil momong anak.” Bukan kali ini saja, hal itu sering terjadi. Tak hanya rekan dan klien, Samantha pun sering mendengar bujukan yang sama di rumah. Dihelanya napas gusar saat Narendra meletakkan amplop cokelat di atas meja. Acara televisi yang ditontonnya tadi berubah jadi dengung topik serius. “Coba lihat dulu, kali aja yang ini cocok.” Narendra kembali menyodorkan jodoh pada Samantha. Alexander tampak tak peduli, kembali bermain dengan si kecil Raka di pangkuannya. Hanya Jennifer

