“Apa ini saatnya saya kembali, Pak Leo?” “Minggu depan, aku akan urus sisanya.” Rose mematikan ponsel, mundur selangkah dari depan cermin. Enam bulan berlalu sudah sejak operasi itu. Tak hanya wajahnya yang berubah, tampilannya juga sempurna. Halter dress soft pink itu melingkar indah di tubuh rampingnya. Surai sebahunya dulu yang terurai, kini dicat berwarna dark brown. Bibir plum cantiknya berpoles lipstick merah matte. Tak perlu polesan make up lebih, tampilannya juga sudah sangat cantik. “Jennie, kupastikan kamu akan membayar semuanya.” Diraihnya blazer putih pada gantungan untuk membalut busananya, lantas heels juga padu menopang kaki jenjangnya. Tas dan berkas di atas meja dia raih sebelum keluar kamar. Usai sukses menjalani operasi plastik, Rose kembali ke tujuannya semula seb

