Bab 86. Haruskah Berpisah?

2757 Kata

“Nggak adil, katamu?” tanya Angga. Akira mengangguk, tak berani menatap Angga yang bersidekap di hadapannya sesuai janji temu di café. Gelas cappucino yang terhidang pun belum sempat disesapi. “Ya. Dari awal Mas Gara tau rencana Tante Winda. Mas juga tau gimana masalah rumah tanggaku. Sekarang Mas seenaknya melarang aku dekat sama Mitha. Bukannya itu egois? Kalau dari awal Mas tau itu, harusnya Mas nggak pernah datang dan nyapa aku!” Angga menipiskan senyum getir. Diangkatnya segelas kopi untuk disesapnya sesaat. “Aku tau kamu tersinggung, tapi aku nggak peduli, Ra. Buatku, Mitha yang terpenting. Juga kebahagiaannya. Kalau dia makin lengket dan butuh kamu nantinya, apa kamu bisa nyaman dengan itu?” Akira mengangguk berulang. Ditariknya tangan Angga yang ada di atas meja. “Nggak apa-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN