"Terjadi sesuatu, Rose?" Rose menggeleng. Dia tak bisa mengatakan kelakukan gila Jennifer karena tak ingin Samantha turut campur. Alexander akan lebih meradang nantinya. "Duduk, Sam!" Samantha duduk bersila di atas ambal, menyandar pada dinding. Ditatapnya langit-langit, juga sekeliling. Sudah rampung dan hampir tertata rapi tiap sendinya untuk ditinggali. "Kamu tadi belum jawab pertanyaanku, Rose. Ini rumah siapa?" "Sidang cerainya akan digelar minggu depan." Samantha terkejut, belum menyahut. "Besok surat undangannya sampai ke Mas Alex. Sampai tiba persidangan, sebaiknya aku mulai pindah ke sini. Aku sewa bulanan pakai uang kamu yang kemarin." Samantha memandang teduh binar mata wanita ini. Ada rasa bersalah di hatinya karena meskipun Rose dan Alexander dijodohkan, dialah yang me

