Samantha berjalan lambat, memegangi sisi kasur untuk mendekati Han. Di saat yang bersamaan, Narendra datang dan mendapati layar televisi yang menampilkan berita tentang kasus Rose. “Han, itu maksudnya apa? Pemalsuan kematian? Rose? Mila memalsukan kematian Rose dan itu maksudnya-” Kepalanya berdenyut sakit saat memikirkan hal yang tak dipahami. Lekas Narendra mendekat, menahan lengan Samantha dan mengajaknya duduk di sofa. Ada berkas yang dibawanya juga untuk menjelaskan lebih terperinci pada sang putra. “Pa, itu tadi apa? Jadi Mila di penjara sekarang? Kenapa? Pemalsuan kematian apa? Jadi Rose belum meninggal? Di mana Rose sekarang?” cecar Samantha, tak sabaran. Narendra menipiskan senyum, menyentuh helai rambut Samantha yang mulai panjang dan menebal karena menghabiskan banyak waktu

