Namun pernah suatu hari Zinde sendiri yang mendekatinya dan mengajaknya untuk bergabung bersama teman-temannya yang lain, gadis itu mendatanginya dan menarik tangannya. “Kamu tuh jangan diem-diem aja dong, buat apa ikut ke sini kalo enggak ngobrol, nih ngobrol sama temen-temen aku.” Lucu sekali bagaimana pada akhirnya Zinde lah yang mengenalkannya kepada beberapa temannya yang Lucas juga yakini adalah anak-anak dari rekan bisnis Ayahnya yang lain, seolah bisu Lucas hanya diam saja dan tersenyum canggung ketika gadis itu mengenalkannya kepada yang lain. Namun lambat laun semuanya jadi terasa menyenangkan, tentang bagaimana Zinde yang dengan sabar menjelaskannya segala hal tentang bisnis yang sebelumnya tidak pernah Lucas mengerti, gadis itu sangat mencintai ruang li

