“Aksa ... gue denger suara tembakan.” Aksa membulatkan kedua matanya dan kembali meminggirkan mobil mereka agar menghindari segala hal yang tidak diinginkan, dia cukup kaget dengan penuturan Barga barusan apalagi setelah melihat Abangnya itu benar-benar sedang dalam kondisi yang tidak baik. Aksa sudah pernah melihat Barga dalam kondisi terapuhnya— itu ketika insiden yang terjadi pada Nabila lima tahun lalu dan ketika Nabila dinyatakan mengalami gangguan trauma psikologis. Barga seperti seseorang yang kehilangan kendali atas dirinya, Barga yang biasanya mampu menyembunyikan segala ekspresi dengan wajah datarnya itu mendadak mengeluarkan beberapa tetes air mata tanpa sebuah aba-aba, dia tidak meraung-raung namun tangis dalam diamnya justru terlihat lebih

